Posts

Memilih Pemimpin, Memilih Tempe

Memilih pemimpin?. Ah, rasanya saya kok belum mampu untuk memilih pemimpin, apalagi memilih pemimpin suatu organisasi se gedhe negara. Ini serius, sangat serius. Soal memilih orang yang kita percayai untuk menjadi pimpinan masyarakat ini jangan pernah main-main. Apalagi sembrono. Memilih tempe Saya punya banyak analogi. Salah satunya adalah memilih tempe. Anda patut berterima kasih kepada istri Anda karena selama ini kebutuhan gizi di rumah terpenuhi. Soal memilih makanan ini saja mereka selektifnya minta ampun. Biasanya mereka beli dari pedagang yang sudah punya reputasi bagus soal mutu. Itupun masih dipilih-dipilih, jangan sampai keliru milih, bagian atas kelihatannya bagus belum tentu belaiknya mulus, dibolak-balik, dipastikan tidak busuk atau tidak ada jamur, setelah yakin baru diputuskan dibeli.  Bahkan, agar 100% yakin, mereka merasa perlu untuk melakukan perbandingan. Mereka lihat dulu barang dagangan dari penjual lain di kanan kiri. Harganya, mutunya, semua...

Mengembalikan Fungsi Trotoar

Image
Kecuali di jalan-jalan protokol ibu kota seperti di jalan Jenderal Sudirman, Thamrin dan Kuningan, hampir seluruh trotoar yang ada di ibukota kondisinya sangat jauh dari fungsi yang sebenarnya. Bahkan, masih banyak juga jalanan yang tidak memiliki trotoar di kiri kanannya sehingga sangat berbahaya bagi para pejalan kaki yang melintas karena risiko terserempet bahkan tertabrak kendaraan. Trotoar seharusnya benar-benar menjadi sarana bagi para pejalan kaki agar nyaman dan aman berjalan di sepanjang pinggir jalanan. Namun yang terjadi di Jakarta banyak trotoar yang sudah berubah fungsi. Lihatlah misalnya di kawasan pasar prumpung, Jakarta Timur. Para penjual tidak hanya dengan seenaknya menguasai trotoar, mereka bahkan menggunakan sebagian badan jalan untuk menggelar barang jualan mereka. Belum lagi banyak trotoar yang berubah fungsi sebagai lahan parkir liar seperti yang terlihat di jalan S. Parman depan pengadilan negeri Jakarta Barat. Hal ini sangat merugikan bahkan me...